Tuesday, November 23, 2010

Kisah Nabi Nuh

"(13) Berfirmanlah Allah kepada Nuh: "Aku telah memutuskan untuk mengakhiri hidup segala makhluk, sebab bumi telah penuh dengan kekerasan oleh mereka, jadi Aku akan memusnahkan mereka bersama-sama dengan bumi.(14) Buatlah bagimu sebuah bahtera dari kayu gofir; bahtera itu harus kaubuat berpetak-petak dan harus kaututup dengan pakal dari luar dan dari dalam.(15) Beginilah engkau harus membuat bahtera itu: tiga ratus hasta panjangnya, lima puluh hasta lebarnya dan tiga puluh hasta tingginya.(16) Buatlah atap pada bahtera itu dan selesaikanlah bahtera itu sampai sehasta dari atas, dan pasanglah pintunya pada lambungnya; buatlah bahtera itu bertingkat bawah, tengah dan atas.(17) Sebab sesungguhnya Aku akan mendatangkan air bah meliputi bumi untuk memusnahkan segala yang hidup dan bernyawa di kolong langit; segala yang ada di bumi akan mati binasa."

Gambar satelite yang menunjukkan kedudukan kapal Nabi Nuh di Gunung Ararat.

The Great Noah Ark, terbongkar sebelum terjadinya sebuah gempa bumi hebat yang melanda daerah Ararat pada 2 Mei 1988. Menurut gambaran dari satelite, artifak tersebut tertimbus di bawah salji lebih 4500 tahun lamanya tanpa ada yang mengetahui bahawa sebenarnya tersimpan sebuah kazanah besar di dalamnya.


Rupa bentuk kapal Nabi Nuh di Gunung Ararat yang berusia lebih dari 4500 tahun.

Bahtera (kapal) Nuh telah lama menjadi kontroversi di dunia arkeologi. Sejarah mencatat bahawa Nuh diperintahkan Tuhan untuk membuat sebuah bahtera karena Tuhan berniat menurunkan hujan maha lebat ke bumi. Alkitab mengisahkan bahawa Nuh mentaati perintah tersebut dan tepat pada waktu yang telah ditentukan Tuhan, maka turunlah hujan yang sangat lebat ke muka bumi dan menenggelamkan semua makhluk hidup yang ada. Nuh beserta keluarganya dan binatang-binatang yang diselamatkannya kemudian mengapung bersama bahtera tersebut. Alkitab kemudian menceritakan bahwa bahtera tersebut kandas di puncak gunung Ararat.

Kisah yang bersumber dari Alkitab ini kemudian menjadi bahan perbincangan yang hangat di kalangan ahli pengkaji sejarah dan ahli arkeologi. Ada pihak yang mendukung bahawa kisah tersebut adalah nyata, namun ada juga yang menganggapnya hanya sekadar dongeng dari Alkitab. Namun, perdebatan tersebut kini berakhir dengan penemuan bukti-bukti ilmiah berkaitan dengan kisah tersebut. Sisa-sisa bahtera tersebut ditemukan pertama kali oleh seorang Kapten angkatan darat dari militer Turki. Ia menemukannya secara tidak sengaja pada waktu meneliti foto-foto wilayah pegunungan Ararat. Kemudian untuk mengesahkan penemuan tersebut, ahli-ahli arkeologi dari Amerika Syarikat telah diundang untuk meneliti kesahihannya. Pada ekspedisi ilmiah yang kemudian dilakukan pada ketinggian 7000 kaki, sekitar 20 batu sebelah selatan puncak gunung Ararat, mereka menemukan sebuah kapal sepanjang kira-kira 500 kaki yang telah membatu. Pengukuran yang kemudian dilakukan pada objek tersebut menghasilkan suatu kesimpulan yang menghairankan, kerana ukuran panjang, lebar dan tinggi penemuan ahli arkelogi tersebut sama persis dengan ukuran bahtera Nuh seperti yang tercatat di dalam Alkitab. Saat ini, lokasi penemuan bahtera tersebut telah dbuka kepada orang ramai yang ingin melihat replika bahtera Nabi Nuh.

No comments:

Post a Comment