Wednesday, November 24, 2010

Frank Sihombing - Sampai Memutih Rambutku

video

Malaikat-malaikat Tuhan

Beberapa orang berpendapat malaikat memiliki sembilan tingkatan atau struktur berdasarkan kedudukan dan tugas masing-masing. Salah satu orang yang pertama kali merumuskan tingkatan malaikat adalah Dionysus pada abad ke-5 di dalam Pseudo-Dionysus Areopagite, dan juga dalam Summa Theologia dalam bukunya berjudul "The Celestial Hierarchy":

1. Tingkat pertama (Sumber Perjanjian Lama)


  • Serafim: Mereka yang berjaga di takhta Allah. Konon[rujukan?] serafim memiliki sayap enam yang memiliki fungsi masing sebagai berikut yaitu: dua sayap untuk menutupi wajah Tuhan karena wajah Tuhan memancarkan kemuliaan, dua sayap untuk menutupi kaki Tuhan, dan dua sayap untuk terbang melayang.
  • Kerubim: Panglima pemimpin perang, Kerubim memiliki sayap empat yang menandakan diri mereka panglima perang. Mereka adalah golongan pemimpin militer di kerajaan Tuhan. Menurud Kejadian 3:24 kerub adalah malaikat penjaga yang menjaga pohon kehidupan dengan menggunakan pedang api yang menyala-nyala, tetapi ada etimologi lain yang mengatakan bahwa Gilgamesh raja Persia berhasil membuka pintu Taman Eden dan hendak meraih Pohon Kehidupan dan ular mematuknya hingga mati sehingga mayatnya masih ada di Taman Eden sebagai peringatan Barangsiapa yang hendak meraih Buah pada pohon kehidupan.[rujukan?][rujukan?][rujukan?]
  • Ophanim: Para pelindung wilayah. Mereka berfungsi untuk menjaga wilayah tertentu dengan membawahi beberapa Legion tertentu di suatu tempat ((Penyokong Takhta Allah).
2. Tingkat kedua (Sumber Perjanjian Baru)

  • Kyriotetai: Mereka yang dikaruniai kekuatan daya penghancur dan penaklukkan.
  • Dynamai: Mereka yang memvisualkan sesuatu. Konon[rujukan?][rujukan?][rujukan?]tingkat malaikat ini memiliki daya stategi dalam perang dan menjalankan perintah tuhan.[rujukan?][rujukan?][rujukan?]
  • Exusiai: Malaikat yang memberi kekuatan kepada setiap individu dalam hidup mereka.
3. Tingkat ketiga

  • Archai: Malaikat yang bertugas menegakkan prinsip Tuhan, sistemnya seperti hakim yang menegakkan hukum Tuhan dan melakukan penghukuman bila ada sesuatu yang salah.
  • Archangeloi: Malaikat ini menjaga hidup manusia, yang suka disebut Guardian Angels untuk setiap orang yang percaya akan kehadirannya.
  • Angeloi: Pembawa kabar atau berita dari Tuhan, Gabriel berada pada kelas ini.

Malaikat-malaikat

Beberapa nama malaikat yang disebut dalam Alkitab:

  • Abadon atau Apolion = Malaikat Jurang Maut. Malaikat inilah yang ditundukkan oleh Mesias dalam misi kematian Yesus Kristus di kayu salib, perjalanan Yesus sebagai manusia biasa yang "menanggung dosa seluruh umat manusia" ke alam maut selama tiga hari untuk merebut kunci jurang maut (Injil). Dengan kemenangan Yesus dari upah dosa yang adalah maut merupakan misi kunci Mesias, untuk menebus umat-umat pilihan Allah, pada saat kebangkitan orang-orang mati di hari Penghakiman Yesus.

Tuesday, November 23, 2010

Kisah Nabi Nuh

"(13) Berfirmanlah Allah kepada Nuh: "Aku telah memutuskan untuk mengakhiri hidup segala makhluk, sebab bumi telah penuh dengan kekerasan oleh mereka, jadi Aku akan memusnahkan mereka bersama-sama dengan bumi.(14) Buatlah bagimu sebuah bahtera dari kayu gofir; bahtera itu harus kaubuat berpetak-petak dan harus kaututup dengan pakal dari luar dan dari dalam.(15) Beginilah engkau harus membuat bahtera itu: tiga ratus hasta panjangnya, lima puluh hasta lebarnya dan tiga puluh hasta tingginya.(16) Buatlah atap pada bahtera itu dan selesaikanlah bahtera itu sampai sehasta dari atas, dan pasanglah pintunya pada lambungnya; buatlah bahtera itu bertingkat bawah, tengah dan atas.(17) Sebab sesungguhnya Aku akan mendatangkan air bah meliputi bumi untuk memusnahkan segala yang hidup dan bernyawa di kolong langit; segala yang ada di bumi akan mati binasa."

Gambar satelite yang menunjukkan kedudukan kapal Nabi Nuh di Gunung Ararat.

The Great Noah Ark, terbongkar sebelum terjadinya sebuah gempa bumi hebat yang melanda daerah Ararat pada 2 Mei 1988. Menurut gambaran dari satelite, artifak tersebut tertimbus di bawah salji lebih 4500 tahun lamanya tanpa ada yang mengetahui bahawa sebenarnya tersimpan sebuah kazanah besar di dalamnya.


Rupa bentuk kapal Nabi Nuh di Gunung Ararat yang berusia lebih dari 4500 tahun.

Bahtera (kapal) Nuh telah lama menjadi kontroversi di dunia arkeologi. Sejarah mencatat bahawa Nuh diperintahkan Tuhan untuk membuat sebuah bahtera karena Tuhan berniat menurunkan hujan maha lebat ke bumi. Alkitab mengisahkan bahawa Nuh mentaati perintah tersebut dan tepat pada waktu yang telah ditentukan Tuhan, maka turunlah hujan yang sangat lebat ke muka bumi dan menenggelamkan semua makhluk hidup yang ada. Nuh beserta keluarganya dan binatang-binatang yang diselamatkannya kemudian mengapung bersama bahtera tersebut. Alkitab kemudian menceritakan bahwa bahtera tersebut kandas di puncak gunung Ararat.

Kisah yang bersumber dari Alkitab ini kemudian menjadi bahan perbincangan yang hangat di kalangan ahli pengkaji sejarah dan ahli arkeologi. Ada pihak yang mendukung bahawa kisah tersebut adalah nyata, namun ada juga yang menganggapnya hanya sekadar dongeng dari Alkitab. Namun, perdebatan tersebut kini berakhir dengan penemuan bukti-bukti ilmiah berkaitan dengan kisah tersebut. Sisa-sisa bahtera tersebut ditemukan pertama kali oleh seorang Kapten angkatan darat dari militer Turki. Ia menemukannya secara tidak sengaja pada waktu meneliti foto-foto wilayah pegunungan Ararat. Kemudian untuk mengesahkan penemuan tersebut, ahli-ahli arkeologi dari Amerika Syarikat telah diundang untuk meneliti kesahihannya. Pada ekspedisi ilmiah yang kemudian dilakukan pada ketinggian 7000 kaki, sekitar 20 batu sebelah selatan puncak gunung Ararat, mereka menemukan sebuah kapal sepanjang kira-kira 500 kaki yang telah membatu. Pengukuran yang kemudian dilakukan pada objek tersebut menghasilkan suatu kesimpulan yang menghairankan, kerana ukuran panjang, lebar dan tinggi penemuan ahli arkelogi tersebut sama persis dengan ukuran bahtera Nuh seperti yang tercatat di dalam Alkitab. Saat ini, lokasi penemuan bahtera tersebut telah dbuka kepada orang ramai yang ingin melihat replika bahtera Nabi Nuh.